Profil Bale Juroeng

Bale Juroeng

Bale Juroeng adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat, berdiri 6 April 1999 di Langsa, Aceh dengan aktivitas utama dibidang Lingkungan Hidup dan Budaya, berbasiskan pada masyarakat, tidak mengambil untung, melakukan kegiatan secara swadaya, juga dapat melakukan kerjasama dengan lembaga pemerintah, organisasi, dunia usaha, dan individu di dalam dan luar negeri dengan tatanan kerja saling menghormati dan dapat diperc

Aktivitas Bale Juroeng

Bale Juroeng dalam melakukan aktivitas kegiatannya, menjunjung tinggi kearifan lokal, tidak melanggar etika beragama, budaya, suku dan antar golongan, bekerja sesuai kemampuan sumber daya manusia yang kami miliki, dan memastikan pekerjaan tersebut dapat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dan budaya di wilayah kerja.


Tujuan Kami

  • Mendukung rakyat dan masyarakat serta negara untuk menentukan masa depan pengelolaan lingkungan dan budaya secara berkelanjutan.
  • Memastikan bahwa setiap kegiatan dari dana hibah berjalan sesuai perencanaan sehingga bermanfaat bagi lingkungan yang tepat dan kegiatan tersebut dijalankan sesuai dengan arahan lingkungan, tata cara, sifat sosial dan budaya lokal.


27 Januari 2013

MAULID KAHMI KOTA LANGSA


MAULID KAHMI KOTA LANGSA

Sudah menjadi kecintaan umat Islam di Aceh untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW di bulan kelahirannya, tahun ini 12 Rabiul Awal jatuh di bulan Januari KAHMI Kota Langsa mengusung thema kegiatan “Menjalin Silaturahmi Sesama Anggota KAHMI Bersahabat dengan Alam”.
Dalam hamparan kawasan Hutan Kota Langsa yang teduh, Khairul Hadi atau lebih dikenal dengan nama Jendral Kancil “JK” menjelaskan bahwa hari ini 27 Januari 2013 dalam rangka menjalin keakraban sesama anggota KAHMI Kota Langsa sekaligus menyambut hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap anggota membawa makanan dan minuman sebagai pelengkap ajang pertemuan hari ini, kegiatan ini juga di hadiri oleh Wakil Walikota Langsa yaitu  Bapak Marzuki Hamid dan segenap unsur anggota Kahmi Kota Langsa.

LSM Bale Juroeng bersyukur karena ajang kegiatan ini telah memberikan respon positif terhadap makna universal dari pengelolaan hutan, bahwa Hutan Kota Langsa telah menunjukkan fungsinya yaitu hutan dapat dimanfaatkan sebagai tempat kunjungan wisata alam.