Profil Bale Juroeng

Bale Juroeng

Bale Juroeng adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat, berdiri 6 April 1999 di Langsa, Aceh dengan aktivitas utama dibidang Lingkungan Hidup dan Budaya, berbasiskan pada masyarakat, tidak mengambil untung, melakukan kegiatan secara swadaya, juga dapat melakukan kerjasama dengan lembaga pemerintah, organisasi, dunia usaha, dan individu di dalam dan luar negeri dengan tatanan kerja saling menghormati dan dapat diperc

Aktivitas Bale Juroeng

Bale Juroeng dalam melakukan aktivitas kegiatannya, menjunjung tinggi kearifan lokal, tidak melanggar etika beragama, budaya, suku dan antar golongan, bekerja sesuai kemampuan sumber daya manusia yang kami miliki, dan memastikan pekerjaan tersebut dapat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dan budaya di wilayah kerja.


Tujuan Kami

  • Mendukung rakyat dan masyarakat serta negara untuk menentukan masa depan pengelolaan lingkungan dan budaya secara berkelanjutan.
  • Memastikan bahwa setiap kegiatan dari dana hibah berjalan sesuai perencanaan sehingga bermanfaat bagi lingkungan yang tepat dan kegiatan tersebut dijalankan sesuai dengan arahan lingkungan, tata cara, sifat sosial dan budaya lokal.


26 Februari 2014

BNN Kota Langsa Perang Terhadap Narkoba




Langsa,  16 Februari 2014
  Walaupun udara sangat panas pepohonan damar di Hutan Kota Langsa yang di kelola LSM Bale Juroeng memberikan fungsi keteduhan bagi para pelajar tingkat SMA/MAN dan SMK sekota Langsa yang Dibentuk dengan Penguatan Kader Dilingkungan Sekolah, Kita Nyatakan Perang Terhadap Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar. Kepala BNN Kota Langsa AKBP Navri Yulenni, SH, MH menjelaskani “ Peran dari pelajar setidaknya dengan terbentuknya Kader di setiap sekolah mereka dapat mempelopori untuk memutus jaringan narkoba dan dapat mencegah narkoba untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Pembentukan dan Penguatan Kader di Lingkungan Sekolah ini di ikuti oleh 100 orang pelajar dari 21 sekolah tingkat SLTA se Kota Langsa yang dibagi dalam 2 gelombang acara tersebut berlangsung dari tanggal 14 s/d 16 -02-2014 dan 22 s/d 24-02-2014  dengan Materi kegiatan Pemahaman umum tentang Narkoba, Motivasi untuk mencegah dan Membentuk Jati diri untuk Perang terhadap Narkoba dan ditutup dengan acara Outbond dengan maksud menjalin kerjasama antar pelajar, rekreasi alam sehingga para pelajar menjadi sehat serta ikut peduli terhadap penyelamatan lingkungan.

24 Juni 2013

Lomba Melukis di Hutan Kota Langsa


Pendidikan dan penyadaran untuk mencintai lingkungan harus dimulai dari pendidikan yang paling dasar, mencintai itu lahir dari kasih dan sayang, seni melukis ungkapan perasaan dari seniman yang dituangkan dalam goresan kuas.Pelajar tingkat SD/MIN dan SMP/MTsN sekota Langsa menjadi sasaran untuk memotivasi mereka bahwa Hutan Kota Langsa adalah sumber inspirasi yang dapat dituangkan menjadi objek lukisan.

Pelaksanaan lomba melukis berlangsung pada tanggal 2 Juni 2013 dikuti ratusan pelajar, panitia pelaksana telah menetapkan objek lukisan adalah Hutan Kota Langsa, pengumuman pemenang dan pembagian hadiah bagi pemenang lomba melukis  tanggal 5 Juni 2013 pada puncak acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Peserta lomba melukis juga memamerkan hasil lukisan mereka untuk dilelang, pada kesempatan tersebut telah terjadi transaksi penjualan lukisan hasil karya siswa dan siswi SMPLB kota Langsa saudari Noza Saputri dan Suhada oleh kolektor lukisan yaitu Bapak H. Firmandez ketua KADIN Aceh dengan nilai transaksi sebesar Rp. 1.100.000.

23 Juni 2013

Pameran Lingkungan


Pekan Lingkungan di kawasan Hutan Kota Langsa berlangsung mulai tanggal 2 Juni sampai 6 Juni 2013, salah satu kegiatan dalam kegiatan tersebut adalah Pameran Produk Ramah Lingkungan dan Batu Akik.
Pupuk organik dengan lebel "Bale Juroeng" merupakan sampah organik yang dihasilkan di areal hutan kota dengan mengolah daun dan ranting-ranting kering menjadi pupuk.

Aglaonema rotundum dan palem merupakan tanaman asli di hutan kota yang dibibitkan oleh relawan Bale Juroeng untuk di jual sebagai tanaman hias.

Sumber bahan baku batu akik tersebar di sekitar Kota Langsa, seperti dusun Alur Buaya, Trom, Kemuning, Alur Buluh, Suka Rakyat, Alur Canang, Pondok Nias dan Timbang Langsa, kawasan tersebut sebagian besar merupakan areal perkebunan BUMN dan Swasta serta masyarakat dan dalam kawasan ini juga terdapat beberapa izin pertambangan galian C, sebagai lembaga penggiat lingkungan kawasan ini menjadi pantauan LSM Bale Juroeng dalam pengelolaannya.

Bahan baku batu akik diolah oleh pengrajin binaan LSM Bale Juroeng dan dalam pameran yang diselenggarakan telah terjadi transaksi penjualan puluhan juta rupiah, peserta pameran batu akik juga diikuti oleh Asosiasi Penggemar Batu Akik Aceh Pidie.